Thursday, February 28, 2019

TIPS IKUTAN BAZAAR

TIPS IKUTAN BAZAAR
TIPS IKUTAN BAZAAR
TIPS IKUTAN BAZAAR



Ok deh kali ini saya mau kasih tips berfaedah.. setelah beberapa hari ini ngasal melulu statusnya.. sampe ada yg bilang saya gak keren :v 

Ngikut Bazaar itu banyak manfaatnya kok, selain bisa buat jadi 1. Ajang ngabisin stock yang udah sisa 1-3 pcs, atau yang ada cacat² minor (secara kalo di bazaar kan, mereka beli yang mereka liat), 


3. Potensi jual harga lebih tinggi dari harga online, karena si customer mau cek harga sebelah juga masa iya die depan booth kita, cetek cetek hp buka marketplace utk cek harga wkwkwkw (ya meskipun ada yg kayak gitu)

4. Omzet yang gila-gilaan --> jika penyelenggara bazaarnya memang recommended dan bagus reviewnya --> karena ikutan bazaar itu selain lokasi, bener-bener tergantung kepiawaian penyelenggara, alias EO-nya. 

langsung aja

1. Kunjungi lokasi
Pastiin tempatnya sesuai dengan apa yg kita bayangin. Terutama terhadap tawaran di acara-acara yang belum terkenal. Saran saya, jangan nekat dan terburu nafsu sampe ceroboh. Jangan sampai kita pada akhirnya berkata, “jah.. saya kira….”

🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸

2. tanyain cara panitia acara mempromosikan acara tersebut
Soalnya salah satu faktor keberhasilan kita adalah jumlah orang yang datang ke acara tersebut. Jika promosinya kayak cuma pasang spanduk, gak ada woro-woronya di medsos.. mendingan gak usah ikut.

🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸

3. Cari tau target market acara tersebut

🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸

4. Lokasi Booth, outdoor atau indoor
Salah satu risiko yang perlu kita pertimbangin kalo ternyata acara-nya outdoor adalah cuaca. Soalnya apesnya itu kalo sampai kejadian ujan, “pestanya” pasti bubar. Apalagi jika atap/tenda yang digunakan oleh panitia bocor atau permukaan tanah menjadi basah oleh aliran air. Bisa-bisa barang dagangan atau perlengkapan kita jadi ikutan basah dan kotor.

🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸

5. Coba tanya juga ke EO apakah lokasi yang kita incar ramai atau gak.
Meskipun Kalo sepi biasanya mereka gak akan mau jawab. 
 juga sih :v , biasanya jawaban klisenya ntar, “Silahkan kita lihat sendiri, nanti kalau saya bilang rame, nanti saya salah. Pokoknya seperti inilah keadaannya.”

EO yang model gini, nyerahin penilaian kepada kita. 

Inget juga  EO itu mau mencari keuntungan atau se-nggaknya balik modal. Jadi meskipun lokasi tersebut sepi, mereka harus bisa sewakan tempat mereka. kita untung atau gak bukan urusan mereka. Itu adalah tanggung jawab kita sendiri.

🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸

6. Coba tanya kepada EO apakah peserta yang menjual produk seperti kita ada banyak apa nggak.
Biasanya kalau iya, EO juga gak akan menjawab secara langsung dengan kata YA atau TIDAK. Kenapa? Kalau dia bilang banyak, nanti kitanya gak jadi sewa karena banyak kompetitor. Rugilah dia.

Intinya, cari EO yang transparan dalam menjawab.

🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸

7. Jangan mau sembarangan dipindah-pindahin lokasi jualan kita
Soalnya lokasi itu sangat mempengaruhi tingkat penjualan. Dan pastiin, bahwa saat kita milih lokasi booth, apakah area yg di sebelah, di depan, atau di belakang kita akan disewakan lagi. Soalnya kalo iya, maka posisi kita akan tambah tertutup dari penglihatan calon pembeli.
Nah, EO tuh mengerti ini, tapi mereka sering nakal, apalagi dengan calon tenant yg kelihatan masih newbie. Ketika mereka menawarkan, kelihatannya kita di ujung. Eh pas sudah bayar, diisi orang lagi. 

🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸

8. Jangan lugu dengan pake bilang kita baru mulai usaha, wah makin dikerjain EO.
Ini artinya kita belum tau harga dan bisa dikasih harga tinggi. 

🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸

9. Jangan bayar uang penuh di muka
Dengan demikian kalau EO macem-macem kita masih bisa menuntut hak kita. Soalnya, ibarat kalo uang udah masuk ke kantong orang itu udah susah keluar. Mereka bakalan pakai jurus "oh urusan adminnya susah", dsb.

🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸

10. Kalau mau dapat harga murah
Trik pemain lama adalah mereka tuh daftarnya barengan sama pedagang lain ke sebuah event, dengan demikian mereka jadi punya bargaining power ke pihak penyelenggara untuk nego. 

Harga yang diajukan oleh EO itu biasanya tuh juga di atas nilai yang mereka bisa terima, misalnya 3 juta mereka suka bilang 6 juta. Jadi kalau ditawar orang masih untung. kita kan juga begitu. (BTW ini kalo EO-nya bukan yg terkenal ya)

🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸

11. Harga stan itu bisa dinego
Kecuali kalau permintaan tempat berdagang membludak seperti di hari-hari besar, mereka bisa tahan harga. Semuanya tergantung permintaan dan penawaran.

🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸

12. Booking tempat jauh-jauh hari kalau mau berdagang di hari-hari besar seperti lebaran
Kita harus udah booking  bebulan-bulan sebelumnya. Jangan pas udah dekat-dekat hari H. Pedagang lain pasti sudah ngincer tempat-tempat strategis.

🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸

13. Tanyain juga tempat parkir. Apakah peserta dapat parkir gratis?, terus gampang gak parkirnya.
 Apalagi kalo kita ikut bazar yg lebih dari sehari. Gak semua orang punya supir yang bisa bawa pulang mobil. Dilema yang bisa terjadi, kita gak bisa parkir sembarangan, tetapi kalau kita parkir di Mall, atau di gedung, beban jualan kita bertambah.

Mungkin pada mikir, kan ada grab... ya kalee kalo pas kelar bazaar tiap malam kudu ada unload barang? yang mungkin kalo ditinggal takut ilang.. ribet juga kali pake grab ya toh?

🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸

14. Tidak semua Event Organizer (EO) bermain fair
 Kejadian yang sering terjadi adalah ketika kita sudah melihat lokasi stan dan deal tempat, beberapa hal berikut bisa terjadi:
1. EO kasih tempat kita ke orang lain, karena ada yang berani bayar lebih mahal.
2. EO nambahin booth lain lagi di sebelah booth kita. Padahal ketika ditawarkan, booth kita terletak paling ujung hingga memiliki dua mata (booth terlihat dari sisi depan dan samping, ternyata  ketika sudah deal, besokkannya pas kita loading barang, tau-tau udah ada booth lain di sisi kita.

🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸

15. Jangan mudah percaya dengan apa yang dikatakan oleh marketing EO, misalnya spacenya tinggal satu, tapi ternyata pada kenyataannya bisa aja masih lebih. Tujuannya agar dia punya negotiation power untuk harga. Harga yang ditawarkan EO selalu jauh lebih tinggi dari “harga pas”-nya yang dia rela lepas. kita harus pandai-pandai mengira

🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸

Nyari Mall buat buka booth

Nyari tempat buat buka booth gak selalu bisa dibilang gampang. Mal memang bertebaran dimana-mana, tapi tempat yang sesuai dengan barang dagangan bukanlah semua Mall.

🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸

Pertama, jangan gambling, sebab jika modal kita terbatas buka booth di tempat yang salah  bisa menguras uang tunai kita. Ingat jika uang tunai kita habis, maka usaha kita tutup.

Lakukanlah survei tempat-tempat yang ada. Lokasi yang kita inginkan pastikan yang rame pengunjung. Indikator keramaian yang paling jelas terlihat adalah jumlah kendaraan di tempat parkiran. Jika hampir kosong melompong, bisa disimpulkan TKP sepi pengunjung.

Lihat juga di hari-hari kerja biasa apakah pengunjungnya menjanjikan, jangan cuma lihat di akhir pekan. Karena kita juga harus membayar sewa di hari-hari di luar Sabtu dan Minggu.

🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸

Kedua, perhatikan orang-orang yang ada disana, apakah mereka kelas menengah ke bawah atau kelas menengah ke atas. 

Soalnya kalo barang dagangan kita gak sesuai dengan segmen, barang kita susah laku. Model/Jenis pakaian mereka bisa membantu menyimpulkan segmen di sana.

Misalnya aja, kita menjual baju bermerek sisa ekspor, ini cocok buat kelas menengah atas yang tau betapa mahalnya barang-barang itu di outlet resmi. Sehingga ketika ngeliat barang kita, mereka bisa merasakan nilainya. Sementara kelas menengah bawah biasanya gak ngerti merek. Percuma aja kita jejelin dengan barang-barang itu. Mereka cuma melihat harga yang murah dan model.

🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸

Ketiga, biasanya pihak gedung telah menyerahkan kegiatan pembukaan booth kepada para Event Organizer. 

Biasanya mereka mengadakan “pameran” buat jangka waktu tertentu. Harga bisa bervariasi tergantung dari tingkat keramaian gedung, luas ruang yang ditawarkan, dan waktu (mis: di bulan puasa menjelang Ramadhan harga lebih mahal dari hari-hari biasa).

🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸

Informasi tentang event organizer yang bersangkutan bisa dicari di internet, atau langsung ke pihak manajemen gedung.

Biaya buka booth
Ada beberapa hal yang perlu kita pertimbangkan dalam buka booth:
1. Biaya sewa
 Masing-masing event punya harganya sendiri-sendiri.Tips saya, pas lagi ada bazaar, kalo bisa bertanyalah kepada orang-orang yang sudah/lagi dagang di sana. Di antara yang jaga ada yang karyawan ada juga pemilik langsung. Sebaiknya bertanya kepada orang yang barang dagangannya berbeda dari kita. ya masa kita nanya ke calon kompetitor :v --> belum tentu jujur dijawab

2. Biaya alat pajang dan inventaris
 misalnya stager, manekin, etalase, meja, kursi.

3. Biaya terpal dan tali tambang
Kalo kita sewa lebih dari sehari, kita wajib menutup dan mengikat peralatan dan barang dagang dengan terpal.

kita bisa menggunakan terpal persegi panjang yang bisa kita beli di pinggir jalan.  Ada cara yang lebih nyaman yaitu menggunakan terpal yang sudah dijahit membentuk kotak, sehingga kita tinggal nyarungin peralatan dan barang kita dan langsung ikat. Ini sangat menghemat waktu ketika booth sudah mau tutup.

4. Biaya makan pagi, siang, sore
Kalo kita gak mau keluar biaya besar buat makan, kita harus persiapkan dari rumah. Sebab makanan di lokasi biasanya cukup mahal.

5. Biaya parkir
Gak semua tempat menyediakan parkir khusus buat penyewa, baik gratis atau bayar bulanan. Jadi kalau kita bawa kendaraan bisa kena biaya parkir dari pagi sampai Malam. Kecuali kita bisa cari tempat parkir lain yang terkadang liar.

6. Pengaturan booth kita akan mempengaruhi penjualan
Khususnya buat kita yang berjualan baju, ketika samping kiri, kanan, dan belakang kita ada booth lain, maka orang cuma akan bisa mau lihat-lihat baju kita kalau mereka masuk ke dalam lokasi booth kita.

Kebiasaan pedagang adalah ingin menampilkan seluruh dagangannya sampe jalannya terlalu sempit dan penuh. Ini bikin orang males masuk.

Berikanlah ruang se-nggaknya selebar tubuh orang dewasa lebih sedikit buat memberikan kenyamanan orang berjalan.

Benda-benda seperti kotak, kursi yang berada di jalur tersebut juga  bisa menghentikan langkahnya, sehingga mereka gak akan melihat baju-baju kita yang lainnya.

7. YANG PALING PENTING ITU ADALAH
Dekor Booth secantik mungkin!, pastikan ada kaca, lampu, dan tata letak produk itu tetap rapih, cantik dan estetik.

Kalau memang sudah rencana untuk rutin ikut bazaar, mulai modal dengan beli inventarisnya, bahkan bikin meja booth sendiri

UDAH, itu aja tips dari saya

Silahkan SHARE JIKA BERFAEDAH. 

Salam, 
Christina Lie
jual tabung pemadam, harga apar, apar 1 kg, harga apar 5 kg, apar 2 kg, ramus fire protection, apar Indoka, jual apar madiun, distributor hooseki di surabaya, apar Indoka surabaya, apar berisi, harga apar 3 kg indoka, harga isi ulang apar 3 kg, harga tabung apar kosong, pembelian apar, media pemadaman modern, indoka jawa timur, alat pemadam api beroda, harga tabung pemadam kebakaran 3.5 kg, isi ulang apar, harga apar 6 kg, apar mobil, apar 6 kg, alat pemadam kebakaran portable, harga alat pemadam kebakaran Indoka, harga apar mobil, harga tabung pemadam kebakaran bekasi, jual fire blanket surabaya, indoka fire protection, hydrant pillar surabaya, pemadam surabaya, isi tabung pemadam kebakaran, harga apar 2019, jual alat pemadam kebakaran jakarta selatan, harga isi ulang apar, ukuran tabung apar 3 kg, harga apar bandung 2019, jual alat pemadam kebakaran surabaya kota sby jawa timur, distributor alat pemadam kebakaran di surabaya, apar 3 kg powder, media pemadam kebakaran, ramus apar, fire extinguisher surabaya