Thursday, March 1, 2018

GOJEK MULAI MERAMBAH NEGERI TETANGGA

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, mengajak pemerintah negara-negara di Asia Tenggara untuk bekerja sama memajukan perekonomian masing-masing. Salah satu caranya dengan menghadirkan layanan ride-sharing asal Indonesia, Go-Jek, di kawasan Asia Tenggara, khususnya Ibu Kota Filipina dan Thailand.

"Saya ingin Go-Jek yang memiliki total valuasi lebih dari US$ 4 miliar ini hadir di Manila. Karena Manila mirip seperti Jakarta dan juga Bangkok," kata Rudiantara kepada Permanent Secretary of the Ministry of Digital Economy and Society (MDES) Thailand, Ajarin Pattanapanchai, di kantor Kemkominfo, beberapa hari lalu.


Kunjungi Jakarta, Ratu Belanda Asyik Ngobrol dengan Driver Go-Jek
Dalam kunjungan courtesy call delegasi Thailand ke Kemkominfo itu, Rudiantara mengatakan sebelumnya telah melakukan komunikasi dengan Menteri MDES Thailand untuk menghadirkan Go-Jek ke negaranya.

Tak hanya itu, salah satu unicorn Filipina, Revolution Precrafted, juga diperbolehkan membuka pasarnya di Indonesia.

"Saya sebetulnya telah mengajukan agar unicorn dari negara lain dapat dibuka secepat mungkin di Indonesia. Contohnya seperti unicorn dari Filipina, mereka fokus pada pre-crafted properties. Kita tidak punya ini di Indonesia. Makanya saya ingin mereka segera membuka pasarnya di sini," jelasnya.

Menurut pria yang akrab disapa Chief RA itu, pertukaran startup tersebut dapat menjadikan Asia Tenggara sebagai wilayah yang lebih baik.

Pasalnya, sebelum negara-negara dari belahan dunia lain masuk mencari pasar di wilayah ini, maka anggota negara ASEAN harus terlebih dahulu diharapkan bisa mengisi bisnis bidang digital itu. Ia juga optimistis inisiatif tersebut dapat menguatkan posisi Over The Top (OTT) negara ASEAN.

Adapun yang turut hadir dalam courtesy call tersebut selain Rudiantara dan Pattanapanchai adalah Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Samuel A. Pangerapan, Sekretaris Jenderal Kemkominfo Farida Dwi Cahyarini, Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Robert Pakpahan, serta delegasi the Ministry of Digital Economy and Society Thailand.


Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (Managing Director Internasional Monetary Fund/IMF), Christine Lagarde, berpendapat perkembangan teknologi telah berdampak langsung terhadap bidang ekonomi dan memunculkan revolusi digital.

Ia pun turut memuji keberadaan Go-Jek sebagai salah satu startup yang telah memberikan berbagai pelayanan dalam bentuk online.

"Kita harus bisa memanfaatkan revolusi digital ini sebaik mungkin, serta harus dapat beradaptasi secepatnya dengan kemajuan tersebut," ucap Lagarde.


Utusan Khusus dari PBB, Ratu Maxima seusai mengisi buku tamu saat melakukan kunjungan di Kemenko PMK, Jakarta, Selasa (13/2). Sebelumnya, pada 1 September 2016 silam Ratu Maxima juga pernah datang ke Indonesia. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Kedatangan Ratu Belanda Maxima ke Indonesia pada bulan lalu, diawali dengan kunjungan ke sebuah tempat makan bernama Warung Bakwan Malang 23 di wilayah Sabang, Jakarta Pusat. Pada pukul 11.20 WIB, Ratu Maxima tiba dengan sejumlah pengawalan yang tidak terlalu ketat.

Kedatangan Ratu Maxima ke warung Bakwan Malang ternyata sudah diketahui warga sekitar, meski wilayah tersebut telah ditutup sementara waktu. Para warga pun langsung menyerbu warung tersebut dan mengambil foto dari kejauhan.

Dari beberapa foto yang diambil warganet, tampak Ratu Maxima berbicara dengan driver Go-Jek. Warung Bakwan Malang tersebut merupakan milik seorang mitra Go-Food, yang sering menggunakan jasa Go-Jek.

Hal tersebut diakui oleh Public Relations Go-Jek Rindu Ragilia. Ia mengatakan, kunjungan tersebut diagendakan karena Ratu Maxima ingin mengetahui lebih banyak soal Go-Jek.

"Ratu Maxima ingin mengenal Go-Jek serta bisnis kami, ia juga berbincang langsung dengan pemilik warung Bakwan Malang yang merupakan mitra Go-Food," ujar Rindu.

No comments:

Post a Comment