7 Teror Arwah Gentayangan, Siapa Arwah Gentayangan Menurut Kajian Islam?

Di lingkungan warga terhadap kebanyakan mempercayai adanya roh gentayangan. Mereka yakin bahwa orang yg telah wafat dapat hidup kembali dalam wujud roh, mereka serta punya anggapan kalau ada seorang yg matinya tak wajar seperti kecelekaan, dibunuh atau bunuh diri, sehingga arwahnya dapat penasaran & umumnya, arwah tersebut bakal meminta sesuatu biar arwahnya sanggup slow. Tetapi, adakah arwah gentayangan dalam pandangan Islam?
Butuh ketahuan, bahwasanya arwah gentayangan, hantu & lain sebagainya itu merupakan pernyataan yg salah kaprah. Bukan persoalan ada atau tidaknya orang yg sudah diganggu oleh hantu, melainkan lebih pada siapa yg menakut-nakuti tersebut.

Benar-benar benar, ada riwayat yg menyatakan adanya ruh manusia yg menyaksikan dengan cara apa beberapa orang yg masihlah hidup memperlakukan jasadnya. 


Seperti yg diriwayatkan oleh Abu Said Al-Khudri, Rasulullah SAW bersabda : "Jika jenazah sudah siap, seterusnya kaum lelaki memikulnya diatas pundak-pundak mereka, sehingga jenazah itu orang shalih beliau bicara : Segerakanlah saya!, namun kalau tak (shalih), beliau berbicara terhadap keluarganya : Celaka, dapat kalian bawa kemana saya? Segala sesuatu dapat mendengar suaranya tidak cuma manusia, & andaikan manusia mendengarnya niscaya dapat jatuh tersungkur," (H.R. Bukhari)

Factor tersebut serta dikuatkan serta oleh dua perihal :

Perdana, keterangan yg shahih menyebut bahwasanya orang kafir telah tentu memperoleh siksa kubur, sedangkan orang yg shalih bakal meraih nikmat kubur. Dulu, gimana pernah mereka bergentayangan dgn beraneka ragam motif, umpamanya balas dendam, meringankan temannya yg masihlah hidup atau bahkan mencari kesenangan lain didunia ini?

Ke-2, andai saja orang yg telah mati dikasih peluang buat beramal lagi, pasti mereka dapat konsentrasi beribadah, bukannya malah laksanakan balas dendam & lain sebagainya. Lagi pun, gimana bersama hisabnya di akhirat kelak seandainya beliau tiba-tiba membunuh orang sesudah mati? Macam Mana juga bersama catatan amalnya? Terang faktor ini tidak searah dgn dalil-dalil qathi yg menyebut bahwa manusia dapat putus amalnya dikala telah wafat. Seperti yg disebutkan dalam satu buah hadits ini.

"Jika manusia mati, sehingga putuslah amalnya kecuali tiga perkara, adalah sedekah jariyah, ilmu yg berguna, atau anak shalih yg senantiasa mendoakannya," (H.R. Muslim).

diluar itu, Allah SWT pula berfirman dalam Al-quran surat Al-Mukminun ayat 99-100."(Demikianlah kondisi beberapa orang kafir itu), sampai jika datang kematian pada seorang dari mereka, ia berbicara : "Ya tuhanku, kembalikanlah saya (ke dunia). [99]Agar saya berbuat amal yg shalih kepada apa yg sudah saya tinggalkan. Sekali-kali tak. Sesungguhnya itu yakni perkataan yg diucapkannya saja. & dihadapan mereka ada dinding hingga hri mereka dibangkitkan. [100]

& pula dalam surat Ar-ruum ayat 56.

"Dan berbicara beberapa orang yg dikasih ilmu wawasan & keimanan (Terhadap beberapa orang kafir) : "Sesungguhnya anda sudah berdiam (dalam kubur) menurut ketentuan Allah hingga hri berbangkit, sehingga inilah hri berbangkit itu, bakal tapi anda senantiasa tak meyakini (nya)."[56]

Rasulullah SAW pula mengabarkan, bahwa sesudah keluarnya roh dari jasad manusia (mati), roh tersebut dapat diantar oleh malaikat menuju penciptanya (Allah) & sesudah itu dikembalikan lagi ke alam kubur. Di alam kubur roh tersebut bakal mendapat sensor oleh malaikat Munkar & Nakir. Lewat sensor tersebutlah yg bakal memastikan di mana ruangan yg patut untuknya.

Selanjutnya, dibukakanlah untuknya pintu menuju surga dgn segala kenikmatannya. Dulu kepadanya dikatakan : "Inilah area tinggalmu & itu serta yg dapat diberikan oleh Allah untukmu, yakni segala kenikmatan yg ada di dalamnya. Mayat tersebut bakal merasakan kenikmatan yg amat agung & umat yg berbahagia. Demikian juga dgn sebaliknya, beberapa orang yg kafir bakal ditunjukkan pintu menuju neraka dgn segala siksanya.(H.R. Ahmad)

Menjadi, berdasarkan keterangan dari Al-Quran & Hadits telah amat terang bahwa tak ada yg namanya roh gentayangan, yg ada yakni roh orang mukmin yg tak sanggup terangkat ke atas gara-gara masihlah menanggung hutang di dunia.

Rasulullah serta menegaskan bahwa ga ada hantu, dalam artian roh orang yg telah mati setelah itu muncul ke dunia buat mengganggu manusia (H.R. Muslim).

Menjadi, apa yg diyakini oleh warga sejauh ini hanyalah tipu daya setan dari bangsa jin, merekalah yg menyamar yang merupakan orang yg sudah mati, seperti apa yg dipandang oleh beberapa orang yg tertipu.

Setanlah yg masuk ke dalam badan manusia & mengaku-ngaku sebagi roh orang lanjut umur, atau beberapa orang shalih. Lantaran cuma setan (jin) yg dikasih kekuatan oleh Allah buat masuk ke dalam badan manusia, layaknya keterangan Rasulullah SAW bersabda : "Sesungguhnya setan (jin) beredar di dalam diri manusia seperti aliran darah," (HR. Bukhari Muslim).

No comments:

Post a Comment